Jumat, 21 Juli 2017

Pengaruh Teknologi Terhadap Minat Baca di Kalangan Remaja

                                                  DAFTAR ISI
Bab I Pendahuluan…………………………………………………………….. 2
1.1  Latar Belakang…………………………………………………….  2
1.2  Rumusan Masalah…………………………………………………. 2
1.3  Tujuan……………………………………………………………... 2     
Bab II Pembahasan………………………………………………………......... 3-4
            2.1 Pentingnya membaca.....................……………………................... 3
            2.2 Perubahan minat membaca yang semakin merendah……………... 3
            2.3 Faktor penyebab rendahnya minat mebaca di kalangan remaja ...... 3
            2.4 Dampak yang timbul akibat rendahnya minat membaca.................. 4
            2.5 Strategi Meningkatkan minat Membaca........................................... 4
            2.6 Studi kasus........................................................................................ 4
Bab III Kesimpulan dan Saran……………………………………….………... 5
            3.1 Kesimpulan……………………………………………………….... 5
            3.2 Saran……………………………………………………….……..... 5
Daftar Pusaka………………………………………………………….…...…..  6










BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Membaca adalah suatu cara mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis untuk menambah pengetahuan, sehingga kemampuan manusia akan semakin terasah dan berkembang. Seperti kita ketahui membaca merupakan aktivitas yang tidak asing bagi masyarakat. Bahkan kegiatan membaca sudah diperkenalkan sejak usia dini.
Remaja sebagi penurus bangsa, yang di harapkan dapat mepersiapkan diri untuk menghadapi berbagai permasalahan dalam kehidupan termasuk permasalahan sosial baik yang terjadi dimasa yang akan datang khususnya dalam memasuki era globalisai.

Tidak jarang realita harus kontra dengan harapan yang telah di rumuskan. Kegiatan membaca yang terlihat mudah, ternyata tidak semua orang merasa nyaman dengan kegiatan tersebut khususnya pada kalangan generasi muda. Di era globalisai perkembangan teknologi begitu pesat dimana semudah dapat dilakukan dengan mudah melalui teknologi. Namun di jaman sekarang remaja telah terlena akan teknologi yang serba canggih tersebut. Tidak banyak remaja sekarang yang memanfaatkan teknologi dengan baik seperti menambah wawasan dengan membaca pengetahuan yang ada di internet. Dan sebagian remaja banyak lebih memilih main game,sosial media dan menonton tv.

1.2  Rumusan Masalah
1.      Apa sajakah faktor penyebab rendahnya minat baca di kalangan generasi muda?
2.      Apakah dampak dari rendahnya minat baca di kalangan generasi muda?
3.      Bagaimana cara meningkatkan minat baca dikalangan generasi muda?

1.3  Tujuan
1.     mengidentifikasi faktor penyebab yang menimbulkan rendahnya minat baca yang ada di kalangan generasi muda
2.     Mengidentifikasi dampak yang timbul akibat rendahnya minat baca di kalangan generasi muda.
3.     Mengidentifikasi strategi yang dapat meningkatkan minat baca di kalangan generasi muda.




                                                 BAB II
                                          PEMBAHASAN
2.1 Pentingnya membaca
       Membaca adalah suatu aktivitas yang tidak asing bagi masyarakat. Dimana kegiatan yang menggali informasi dari tulisan. Membaca sangat bermanfaat bagi kita, untuk menambah pengetahuan sehingga membuat wawasan kita menjadi luas. Dengan mebaca kita dapat mengetahui berbagai pengetahuan, tanpa harus melihatnya secara langsung.
2.2 perubahan minat membaca yang semakin berkurang di kalangan remaja
     Remaja adalah masa dimana kita beradaptasi dimana pertumbuhan anak kecil menjadi dewasa. pada remaja jaman 90an berbeda dengan remaja jaman sekarang. Bisa kita liahat dari kurangnya minat membaca dikalangan remaja jaman sekarang. kebanyakan remaja jaman dulu mengisi waktu kosongnya dengan membaca buku. Berbeda dengan kebanyakan remaja sekarang yang cendrung mengisi waktu kosongnya dengan bermain gadget daripada membaca buku. Itu terbukti karena semakin sepinya perpustakaan. Tapi tidak semua remaja sekarang seperti itu ada juga sebagian remaja yang masih berminat membaca buku.
2.3 Faktor Penyebab Rendahnya Minat Membaca Di kalangan Remaja
   Ada beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya minat membaca dikalangan remaja antara lain:
1.      Teknologi yang semakin canggih
Di era globalisasi sekarang ini perkembangan teknologi semakin canggih khususnya pada bidang teknologi informasi. Tetapi tidak diimbangi dengan pengendalian yang baik. Kurang bisa memanfaatkan teknologi dengan baik. Sehingga generasi muda terlena akan perkembangan teknologi yang semakin pesat. Tanpa kita sadari kita terlelap dalam kemanjaan tersebut hingga menyita waktu dan tidak memiliki waktu untuk menyembatkan diri membaca buku.
2.      Lingkungan
Dimana pengaruh sekitar juga berdampak bagi remaja. Karena kerapkali remaja mengikuti gaya pola di lingkungan sekitar mereka. Dukungan atau motivasi yang diberikan kepasa sekitar dalam membaca buku kurang.
3.      Kurangnya Kesadaran diri dalam minat membaca
Rendahnya minat membaca karena kurangnya kesadaran pada diri sendiri. Sehingga kita tidak menanamkan kesadaran akan pentingnya manfaat membaca.
2.4 Dampak Rendahnya Minat Membaca
Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya minat baca dikalangan generasi muda, akan membawa dampak yang merugikan. Adapun dampak yang ditimbulkan dari rendahnya minat baca antara lain :
1.      Generasi muda menjadi miskin akan wawasan, karena tidak adanya kefahaman dan wawasan yang cukup terhadap ilmu pengetahuan. Remaja cenderung kurang peduli terhadap apa yang terjadi disekitarnya dan memilih menutup diri mementingkan trend yang sedang hangat.
2.       Generasi muda akan mudah dipengaruhi oleh pemahaman-pemahaman yang negatif. Karena keterbatasan ilmu pengetahuan.
3.      Tidak mengetahui informasi terbaru sehingga sulit untuk memajukan diri sendiri maupun lingkungan.
4.      Bangsa indonesia kehilangan aset terpenting yaitu para pemuda. Karena para pemuda tidak menumbuhkan minat dalam membaca.
2.5 Strategi Meningkatkan Minat Membaca
      1. Membudayakan cinta baca mulai dari keluarga, dengan menumbuhkan minat baca sejak dini kepada anak-anak seperti melalui buku cerita atau buku gambar serta membawanya berkunjung ke pusat-pusat buku,perpustkaan dan lain-lain.
      2. Menyediaan program wajib baca dalam keluarga maupun lingkungan sekloah.
      3.  Mengontrol penggunaan media elektronik(tv, game, internet) melalui peran orang tua dan guru, dimana orang tua dan guru bekerja sama dengan memberikan pemahaman terhadap anak dengan memberitahukan media elektronik tidak terkontrol dapat menyebabkan hilangnya waktu beajar.
2.6 Studi Kasus
  Di kalangan remaja saat ini, minat membaca sangat lah minim apalagi dengan kemajuan teknologi. Sebagian remaja cendrung lebih dimanfaatkan dengan menonton televisi, bermain game atau sosial media. Beberapa alasan menjadi faktor minimnya minat baca seperti dorongan dari orang tua dan kesadaran bagi setiap individu.




                                                             




                                                                  BAB III
PENUTUP
3.1   Kesimpulan
  Membaca adalah suatu cara mendapatkan informasi dari sesuatu yang ditulis untuk menambah pengetahuan, sehingga kemampuan manusia akan semakin terasah dan berkembang. Bahkan kegiatan membaca sudah diperkenalkan sejak usia dini. Tidak jarang realita harus kontra dengan harapan yang telah di rumuskan. Kegiatan membaca yang terlihat mudah, ternyata tidak semua orang merasa nyaman dengan kegiatan tersebut khususnya pada kalangan generasi muda. Di era globalisai perkembangan teknologi begitu pesat dimana semudah dapat dilakukan dengan mudah melalui teknologi. Namun di jaman sekarang remaja telah terlena akan teknologi yang serba canggih tersebut. Tidak banyak remaja sekarang yang memanfaatkan teknologi dengan baik seperti menambah wawasan dengan membaca pengetahuan yang ada di internet. Dan sebagian remaja banyak lebih memilih main game,sosial media dan menonton tv.

3.2   Saran
 Jadilah generasi muda yang membanggakan bangsa indonesia. Budayakan lah belajar membaca sejak dini untuk menanam minat baca yang tinggi agar menambah pengetahuan dan wawasan yang luas. Peranan orang tua sangat penting bagi remaja. Tingkatkanlah kesadaran terhadap diri sendiri dalam membaca.












Daftar Pustaka

boghaniah.blogspot.co.id/2015/06/studi-kasus-minat-baca.html

Sabtu, 03 Juni 2017

Strategi Kebudayaan

Bab I
Pendahuluan
1.  Latar Belakang
Indonesia adalah negara kepulauan yang memiliki beranekaragam budaya. Kebudayaan yang dimiliki dari mulai adat istiadat, bahasa, seni, tarian, pakaian dan lain lain. kata kebudayaan berasal dari kata budh dalam bahasa sansekerta yang berarti akal, kemudian menjadi budhi(tunggal) atau budhaya(majemuk), sehingga kebudayaan di artikan sebagai hasil pemikiran atau akal manusia. Kebudaya menurut para ahli yaitu :
  • Koentjaraningrat: Menurut Koentjaraningrat, bahwa pengertian kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan, dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengn belajar.  
  • Selo Soemardjan dan Soeleman Soemardi: Kebudayaan berarti semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat. 
  • Ki Hajar Dewantara: Menurut Ki Hajar Dewantara, bahwa pengertian kebudayaan adalah buah budi manusia adalah hasil perjuangan manusia terhadap dua pengaruh kuat, yakni zaman dan alam yang merupakan bukti kejayaan hidup manusia untuk mengatasi berbagai rintangan dan kesukaran didalam hidup dan penghidupannya guna mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang pada lahirnya bersifat tertip dan damai. 
  • Drs. Mohammad Hatta: Menurutnya pengertian kebudayaan adalah ciptaan hidu pdari suatu bangsa. 
  • R. Seokmono: Pengertian kebudayaan menurut R. Soekmono adalah segala hasil usaha manusia, baik berupa benda ataupun hanya berupa buah pikiran dan dalam penghidupan.
  • Parsudi Suparlan: Menurut Pasudi Suparlan, bahwa pengertian kebudayaan adalah sebagai keseluruhan pengetahuan manusia sebagai makhluk sosial yang digunakannya untuk memahami dan menginterpretasikan lingkungan dan pengalamannya, serta menjadi landasan bagi tingkah lakunya. 
Tujuan
Pada artikel kali ini saya buat untuk mengetahui strategi kebudayaan.
Bab II
Pembahasan
Isi
 Indonesia identik dengan kebudayaan karena kaya akan budaya. Beranekaragam budaya ada di indonesia. Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan memilki bersama oleh sebuah kelompok dan diwariskan dari generasi ke generasi. kebudayaan yang dimiliki mempunyai strategi. Kata strategi berasal dari bahasa Yunani “strategia” yang diartikan sebagai “the art of the general” atau seni seorang panglima yang biasanya digunakan dalam peperangan. Strategi merupakan tindakan, Secara umum strategi adalah proses penentuan rencana para pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang organisasi, disertai penyusunan suatu cara atau upaya bagaimana agar tujuan tersebut dapat dicapai. Melestarikan kebudayaan merupakan strategi karna menjaga kebudyaan itu sendiri agar tidak hilang atau di akui oleh negara lain. contoh kesenian harus kita lestarkan dengan mengajarkan keturunan kita agar dapat diwarisi.
Untuk dapat menciptakan kebudayaan nasional indonesia sebagai kegiatan dan proses demi kejayaan bangsa dan negara, diperlukan adanya strategi yang tangguh, menurut Drs. Slamet Sutrisno dalam bukunya sedikit tentang Strategi Kebudayaaan Nasional menyebutkan lima langkah, yaitu :
a.     Akulturasi
Berarti percampuran dua atau lebih kebudayaan yang dalam percampurannya masing-masing unsur lebih tampak.
b.    Progresivitas
Berarti maju, progresivitas dalam kebudayaan mengandung pengertian bahwa kebudayaan itu harus bergerak (cultural change) maju sehingga harus mengarah kemasa depan.
c.     Sistem pendidikan
Di Indonesia harus mampu menanamkan kebudayaan sosial. Oleh karena itu, nilai-nilai pelajaran sejarah kebudayaan yang sifatnya humaniora(manusiawi) perlu di berikan kepada pelajar maupun mahasiswa agar mereka memperoleh pengertian yang benar dan tepat tentang kebudayaan.
d.    Kebijakan bahasa nasional
Bahasa Indonesia telah menjadi bahasa resmi di indonesia, melalui bahasa nasional tersebut telah dilakukan komunikasi yang baik dan efektif dalam menunjang persatuan.
e.     Sosialisasi Pancasila
Yang dilakukan melalui pendidikan moral pancasila di sekolah dasar dan menengah, dan mata kuliah pancasila di perguruan tinggi.

Selain kelima langkah tersebut, masih di perlukan satu langkah lain, yaitu mengikutsertakan rakyat, sebab rakyat yang merupakan sumber kekuatan, rakyat merupakan pendukung kebudayaan, dan untuk rakyat juga semua ini di lakukan.
Studi kasus :

Seperti kita jumpai banyak sekali anak anak kecil jaman sekarang yang lebih memilih gadget daripada main bersama anak anak seumurannya. Di era globalisasi ini, permainan permainan tradisional seperti demprak, petak umpet dan permainan daerah lainnya jarang kita jumpai karena di jaman yang serba gadget anak anak lebih memilih game yang ada di gadget tersebut. Padahal permainan tradisonal jauh lebih menyenangkan. Seharusnya permainan tradisional harus dilestarikan sebagai bentuk strategi kebudayaan agar tidak diakui oleh negara lain.


    
                                                        Bab III

Penutup

3.1 Kesimpulan

    Indonesia merupakan salah satu yang mempunyai beragam kebudayaan. Namun semakin berubahnya jaman para era globalisasi ini yang dijaman serba canggih membuat masyarakat indonesia terlena akan hal itu membuat melupakan budaya-budaya yang terlah diwarisi nene moyang kita. Strategi kebudayaan seharusnya dibentuk agar terjaga kebudayaan yang kita miliki.

3.2 Saran
Kebudayaan yang sudah ada sejak dahulu harus kita lestarikan agar menjadi aset bangsa indonesia. Sehingga kita juga perlu membentuk strategi untuk mencapai tujuan yaitu dengan menjaga apa yang telah bangsa indonesia miliki.



Minggu, 23 April 2017

Peranan Manusia sebagai Subjek dan Objek dari Perkembangan IPTEK

                                       Bab I
                               Pendahuluan

Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan sebuatan bagi kemajuan zaman sekarang ini. Dari tahun ke tahun, IPTEK sudah semakin maju dan menjadi pengaruh pada kehidupan manusia. IPTEK pada zaman sekarang sudah semakin maju sehingga bisa membantu pekerjaan manusia. Oleh karena itu, manusia yang hidup pada zaman sekarang dapat merasakan perkembangan IPTEK tersebut dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. IPTEK mempunyai pengaruh besar bagi kehidupan, membuat sebagian besar manusia harus belajar memperdalam kemajuan IPTEK karena semakin lama  perkembangan IPTEK semakin berkembang cukup cepat.

Tujuan
1.      Untuk menjelaskan tentang perkembangan IPTEK serta pengaruh dalam kehidupan
2.      Untuk mengetahui peranan manusia sebagai subjek dan objek dari perkembangan IPTEK tersebut.


                                   Bab II
Isi
   Era globalisasi adalah dimana zaaman yang berpengaruh besar terhadap dimensi waktu yang terus berjalan atau dimana perkembangan kehidupan yang sangat amat dinamis berperan. Semakin berjalannya waktu,banyak manusia yang sudah mulai menemukan berbagai macam penemuan yang luar biasa karena sebuah teknologi. Teknologi adalah dimana sebuah kesatuan pemikiran, proses pemahaman, dan aplikasi di kombinasikan menjadi satu hingga semakin lama teknologi berkembangan cukup cepat dan membuat perkembangan teknologi cukup luas ke seluruh dunia. Adanya perkembangan teknologi memberikan sana dan prasarana yang tentu saja dibutuhkan untuk semua lapisan maupun kalangan. Teknologi memudahkan manusia melakukan segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan lebih modern. Perkembangan ini memberikan suatu pengaruh yang besar untk dunia, terutama untuk kemajuan dunia. Perkembangan ini juga yang membuat suatu pemikiran untuk lebih maju lagi yang membentuk suatu ilmu atau yang biasa kita sebut Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK).
    IPTEK memberikan wawasan terhadap kita semua untuk menjadi bangsa yang maju. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi dan spesialisasi dari ilmu itu sendiri. IPTEK berkembang sudah cukup lama,namun di era globalisasi, IPTEK semakin lama semakin berkembang cukup cepat sehingga mendorong manusia untuk mengasah kemampuannya di dunia IPTEK. Dengan berkembangnya IPTEK yang begitu cepat, manusia mempunyai peranan yaitu manusia sebagai subjek dan objek dari perkembangan IPTEK itu sendiri. Dari kedua peranan tersebut tidak bisa kita pisahkan karena keduanya mempunyai peranan yang saling melengkapi satu sama lain. Manusia merupakan asal terciptanya IPTEK, oleh karena itu manusia disebut sebagai Subjek IPTEK. Manusia dengan ilmu pengetahuan yang ia miliki terus melakukan pengamatan dan analisis untuk menemukan idea tau gagasan yang dapat mempermudahkan manusia dalam melakukan kegiatannya dalam kehidupan sehari-hari. Ide atau gagasan tersebut dituangkan manusia dalam teknik/cara ataun benda-benda yang dapat digunakan manusia-manusia lainnya untuk memudahkan kehidupan mereka.seperti kita tahu manusia mempunyai banyak ide ide baru dan inovasi-inovasi baru untuk mengasah kemampuan kreatifitasnya di segala bidang terutama IPTEK. Maka dapat kita katakan manusia mempunyai peranan yaitu manusia sebagai subjek. Dimana kemampuan manusia diasah di bidangan IPTEK. Sepreti kita tau banyak alat-alat atau mesin canggih yang dibuat oleh manusia.
Di dalam bidang Pendidikan
 Manusia membuat komputer yang diharapkan dapat membantu metode pembelajaran. (CAI : Computer Assisted Instruction)
CAI telah cukup lama dikenal oleh para ahli komputer maupun ahli pendidikan terutama di negara maju. Beberapa istilah lain yang bayak digunakan adalah CAL, CBE dan CMI. CBE lebih bersifat menyeluruh, semua aplikasi komputer dalam pendidikan dapat dikategorikan dalam bidang ini. CBE digunakan juga untuk aplikasi yang menunjang pendidikan seperti mengolah data, mencatat kehadiran pengajar dan siswa, menyimpan arsip data pribadi dan sebagainya.
Di dalam bidang Industri
  Manusia membuat robot untuk mempermudah suatu pekerjaan yang begitu cepat dengan menggunakan robot. Bukan hanya di bidang kedokteran pun manusia menciptakan robot Da Vinci para dokter di rumah sakit Tyneside & rumah sakit Freeman di newcastle, Inggris ingin memperkenalkan sebuah mesin komputer revolusioner yaitu sebuah sistem yang menggunakan tangan robot untuk melakukan operasi.
 Maka maksud kata subjek disini adalah manusia mempunyai peranan yang cukup penting dalam mengendalikan IPTEK seperti membuat atau melakukan proses dengan adanya IPTEK tersebut.
Seperti yang kita tahu manusia juga mempunyai peranan yaitu manusia sebagai objek. Seperti kita tau perkembangan IPTEK sangat mempermudah kita dalam melakukan sesuatu maka semakin berkembangnya IPTEK tersebut membuat sebagian manusia malas membuat kreatifitas di bidang IPTEK sehingga membuat manusia terlalu asik menjdai objek dari perkembangan IPTEK itu sendiri. Kata objek merupakan manusia sebagai pengguna di bidang IPTEK.
     Saat ini IPTEK telah berkembangan sangat pesat/cepat. Dapat dilihat dari semakin banyaknya bermunculan berbagai macam teknologi canggih yang dapat membantu aktifitas dalam kehidupan manusia. Bengan semakin berkembangannya IPTEK itu sendiri, sehingga menimbulkan efek negatif dan positif, seperti misalnya:
Sisi negatif seperti:
  • Dapat merusak moral, dimana Internet menjadi media IPTEK yang dapat mempengaruhi moral dari seseorang. Seperti misalnya konten yang berbau negatif dan yang lainnya.
  • Dapat menimbulkan polusi. Perkembangan IPTEK yang semakin pesat dan banyak dimanfaatkan. Akan tetapi disamping itu banyak sekali polusi pencemaran yang dihasilkan dari perkembangan IPTEK itu sendiri.
  • Dapat membuat orang semakin malas, karena IPTEK memiliki tujuan untuk mempermudah & memanjakan manusia. Jadi manusia akan semakin malas sebab sudah ada teknologi yang dapat menggantikan dirinya bekerja.
Dan sisi positifnya seperti:
  • Dapat meringankan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
  • Dapat membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat dan mudah.
  • Dapat mengurangi pemakaian bahan-bahan alami yang semakin kesini semakin langka.
  • IPTEK juga membawa manusia kearah lebih maju dan modern

                                  Bab III
KESIMPULAN
IPTEK adalah singkatan dari ‘ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri. Seperti kita tahu IPTEK mempunyai peranan yang begitu besar bagi kehidupan. Perkembangan IPTEK yang begitu cepat membuat kita untuk bisa mengikuti arus perkembangan teknologi dan mendesak kita untuk bisa menggunakannya.

SARAN
 Perkembangan IPTEK di era globalisasi berkembang begitu pesat. Maka gunakan lah IPTEK sebaik mungkin dengan benar dan jangan menyalahgunkan untuk kepentingan pribadi.

                                      Daftar Pustaka

Materi PTKI-C (irfan)

Sabtu, 25 Maret 2017

Manusia dan budaya

                                                 BAB 1
Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
   Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atau disingkat dengan DIY adalah salah satu daerah otonom setingkat propinsi yang ada di Indonesia. Propinsi ini ber ibu kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan Propinsi yang mempunyai status sebagai Daerah Istimewa. Status Daerah Istimewa ini berkaitan dengan sejarah terjadinya propinsi ini, pada tahun 1945, sebagai gabungan wilayah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman, yang menggabungkan diri dengan wilayah Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

  Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu kota yang kaya akan predikat, baik berasal dari sejarah maupun potensi yang ada. Seperti sebagai kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, dan kota pariwisata. Bukan hanya itu saja, tetapi juga masyarakatnya yang masih menjaga kebudayaan daerahnya dan bahasa jawa yang masih dikenakan sebagai bahasa sehari-sehari. Yogyakarta salah satu daerah di indonesia yang mempunyai berbagai macam budaya, seperti kesenia contohnya seni rupa,tarian dan yang lainnya. Seperti kita tahu Yogyakarta memiliki berbagai macam adat dan tradisi.

1.2  Tujuan
    Untuk mengenal lebih dalam tentang berbagai macam kebudayaan yang terdapat di Proponsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena seperti yang kita tahu Daerah Istimewa Yogyakarta kaya dengan beranekaragam budaya yang terdapat di Daerah Isimewa Yogyakarta.

Bab II
Pembahasaan
2.1 Isi
       Yogyakarta adalah salah satu daerah di indonesia yang mempunyai berbagai macam budaya,  dari mulai adat istiadat, tempat-tempat wisata, serta kuliner.

Adat istiadat di Yogyakarta
Upacara adat adalah salah satu kebudayaan yang sampai saat ini masih dilestarikan dan sering dilakukan oleh masyarakat di Yogyakarta. Contohnya adalah :
    Upacara Sekaten
         Pada tahun 1939 Caka atau 1477 Masehi, Raden Patah selaku Adipati Kabupaten Demak Bintara dengan dukungan para wali membangun Masji Demak. Selanjutnya berdasarkan hasil musyawarah para wali, digelarlah kegiatan syiar Islam secara terus-menerus menjelang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Agar kegiatan tersebut menarik perhatian rakyat, dibunyikanlah dua perangkat gamelan buad karya Sunan Giri membawakan gending-gending ciptaan para wali, terutama Sunan Kalijaga.
        Kata sekaten diambil dari pengucapan kalimat”Syahadat”. Istilah Syahadat, yang diucapkan sebagai Syahadatan ini kemudian berangsur-angsur berubah dalam pengucapannya, Sehingga menjadi Syakatain dan pada akhirnya menjadi istilah “Sekaten” hingga sekarang. Bagi masyarakat Yogyakarta, muncul kpercayaan bahwa orang-orang merayakan kelahiran Nabi Muhammad akan mendapatkan pahala dan awet muda. Namun sebagai persyaratan, mereka wajib menguyah sirih di depan Masjid Agung. Khususnya pada saat hari pertama Sekaten di mulai. Upacara adat ini sudah menjadi tradisi di yogyakarta. Sehingga setiap 20 hari mendekati kelahiran Nabi Muhammad pasti diselenggarakan upacara adat ini.
  
   Upacara Grebeg Maulid
         Upacar Grebeg Maulid merupakan puncak dari upacara kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pada 12 Maulid, setelah keesokan harinya gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntumadu dimasukkan kedalam keraton yang disebut dengan “Bendhol Songsong”. Sebagi puncak dari acara ini adalah membawa gunungan ke Masjid Agung dan membagi-bagikannya kepada masyarakat setelah didoakan.lalu gunungan ini yang akan ditanam di arean pertanian agar menjadi subur. Mengenai istilah gerebeg, ini berasal dari bahasa jawa “Grebeg”, yang berarti “diiringi para pengikut”. Masyarakat percaya bahwa siapapun yang mendapatkan gunungan tersebut, biarpun sedikit akan dikaruniai kebahagiaan dan kemakmuran. Kemudian tumpeng tersebut diperebutkan oleh ribuan warga masyarakat. Mereka meyakini bahwa dengan mendapat bagian dari tumpeng akan mendatangkan berkah bagi mereka. Dimana orang datang beramai-ramai untuk memperebutkan makan yang di jadikan sesajen itu.

Bukan hanya itu saja tetapi banyak tempat-tempat bersejarah dan menarik di daerah Yogyakarta yang wajib di kunjungi saat ke Yogyakarta.
Seperti:
 Candi Prambanan.
   Seperti kita ketahui bahwa candi prambanan adalah tempat bersejarah untuk agama Hindu. Sebab itu merupakan tempat Hindu terbesar di Indonesia. Banyak orang-orang hindu yang merayakan hari-hari besar nya disana. Bangunan bersejarah yang dibangun pada abad ke-10 dimasa pemerintahan dua raja, yaitu Raja Rakai Pikatan serta Raja Rakai Balitung. Menjulang setinggi hingga 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur, Magelang), berdirinya candi tersebut telah memenuhi keinginan si pembuatnya, yaitu untuk menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi Prambanan ini terletak sejauh 17 kilometer dari pusat kotaYogyakarta.
   Ada sebuah legenda yang diceritakan masyarakat Jawa tentang candi prambanan ini. Dikisahkan lelaki yang bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Namun si Roro Jonggrang yang tidak mencintai Bandung Bondowoso, maka Jonggrang pun meminta Bondowoso untuk membuat candi dengan 1000 arca dalam semalaman. Permintaan itu pun hampir terpenuhi sebelum si Jonggrang meminta kepada warga desa untuk menumbuk padi dan membuat sebuah api yang besar agar terbentuk seperti suasana dipagi hari. Bondowoso yang baru membuat 999 arca langsung mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca yang ke-1000 dikarenakan Bondowoso merasa dicurangi.
                                                            
Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna Rumah Siwa), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam Arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Candi pendamping yang cukup menarik adalah Candi Garuda yang letaknya di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan sebuah kisah tentang sosok seorang manusia setengah burung yang bernamakan Garuda. 

Malioboro
    Sebuah jalan yang kerap ramai di kunjungi oleh para wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Karena malioboro juga termasuk pusat nya Yogyakarta. Sudah menjadi kebudayaan atau tradisi wisatawan saat belibur ke Yogyakarta,yaitu mampir ke Malioboro untuk hanya sekedar berkumpul sebab di sana terdapat banyaknya pedagang yang berjualan disana.

Bukan hanya itu saja, Yogyakarta juga mempunyai banyak kuliner-kuliner yang enak-enak dan khas yogyakarta.
Misal :
   Gudeg
       Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta yang sudah ada sejak dulu yang turun temurun . gudeg yang terkenal sebagai makanan yang manis membuat semakin di gemari oleh masyarakat sekitar karena seperti kita tahu orang jawa itu kerap menyukai makanan manis. Cita rasa yang khas membuat gudeg menjadi salah satu kuliner yang wajib di coba pada saat berkunjung ke Yogyakarta. Hampir di tiap-tiap jalan di yogyakarta yang berjualan gudeg.

              
                                                              Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Jogja atau Yogyakarta merupakan sebuah wilayah atau daerah yang memiliki keistimewaan di Indonesia yang dipimpin oleh seorang Sultan atau Raja. 
Yogyakarta adalah salah satu daerah di indonesia yang memiliki keanekaragaman kebudayaan. Yogyakarta termasuk daerah yang lekat dengan kebudayaan-kebudayaannya.  Dari artikel yang saya buat adalah sebagian dari kebudayaan-kebudayaan yang ada di yogyakarta.
3.2 Saran

Kebudayaan-kebudayaan yang terdapat di masing-masing daerah termasuk Yogyakarta merupakan warisan dari nenek moyang kita yang terdahulu dari turun temurun. Cintailah budaya kita. Lestarikan lah budaya yang ada di setiap daerah agar kebudayaan itu tidak di ambil alih oleh negara-negara lain. 

Orientasi Nilai Budaya

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
    Theodorson dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai merupakan sesuatu yang abstrak, yang dijadikan pedoman serta prinsip – prinsip umum dalam bertindak dan bertingkah laku. Keterikatan orang atau kelompok terhadap nilai menurut Theodorson relatif sangat kuat dan bahkan bersifat emosional. Oleh sebab itu, nilai dapat dilihat sebagai tujuan kehidupan manusia itu sendiri.
Sedangkan yang dimaksud dengan nilai budaya itu sendiri sduah dirmuskan oleh beberapa ahli seperti :
-          Koentjaraningrat
Menurut Koentjaraningrat (1987:85) lain adalah nilai budaya terdiri dari konsepsi – konsepsi  yang  hidup  dalam  alam  fikiran  sebahagian  besar  warga  masyarakat mengenai hal – hal yang mereka anggap amat mulia. Sistem nilai yang ada dalam suatu masyarakat dijadikan orientasi dan rujukan dalam bertindak. Oleh karena itu, nilai budaya yang dimiliki seseorang mempengaruhinya dalam menentukan alternatif, cara – cara, alat – alat, dan tujuan – tujuan pembuatan yang tersedia.
-          Clyde Kluckhohn dlam Pelly
Clyde Kluckhohn dalam Pelly (1994) mendefinisikan nilai budaya sebagai konsepsi umum yang terorganisasi, yang mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam alam, hubungan orang dengan orang dan tentang hal – hal yang diingini dan tidak diingini yang mungkin bertalian dengan hubungan orang dengan lingkungan dan sesama manusia.
         ­-   Kluckhohn dalam pelly
Kluckhohn dalam pelly(1994)mengemukakan bahwa nilai budaya merupakan sebuah konsep beruanglingkup luas yang hidup dalam alam fikiran sebagian besar warga suatu masyarakat,mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai-nilai budaya.
   Sebuah sistem nilai-nilai budaya, itu harus dari diri sendiri. Mengapa demikian ? karena diri kita sendiri lah yang akan membentuk sistem nilai-nilai budaya.
 Tujuan
Dalam artikel yang saya buat ini adalah ntuk mengetahui orientasi nilai-nilai budaya
Bab II
Isi
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia.Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di duniaini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari limamasalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia (kerangka Kluckhohn ) :
 Hakekat Hidup
 1.Hidup itu buruk
 2.Hidup itu baik 
 3.Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
 4. Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
Maksud dari hakekat hidup yang dikemukakan oleh Kluckhohn dalam no 1 iya lah sebgian besar orang menganggap hidup itu adalah hal yang paling dia benci karena kehidupan yang mungkin seseorang itu tidak inginkan, dalam no 2 sebagian orang menganggap hidup itu baik karena orang itu menjalani kehidupan yang benar, dalam no 3 kehidupan seseorang itu berbeda –beda tergantung kita yang menjalaninya. Dikala hidup kita buruk maka kita hanya bisa berikhtiar serta berusaha agar semuanya bisa menjadi lebih baik. Dalam no 4  kehidupan yang kita jalani dan usaha yang kita jalani dengan semaksimal mungkin. Kita hanya bisa pasrah terhadap nasib yang telah di tentukan.

Hakekat Karya
 1.Karya itu untuk menafkahi hidup
          Seseorang di ciptakan terlahir ke dunia dengan sempurna dan mempunyai akal fikiran. Sebuah kemampuan yang kita punya bisa kita tuangkan ke dalam karya. Dan dari karya itu lah kita bisa menghasilkan sumber mata pencaharian yang menjadi nafkah untuk hidup.kita dapat membuat karya berawal dari belajar dan pengalaman.
2.Karya itu untuk kehormatan.
        Seseorang yang memiliki karya itu adalah sebuah kerhormatan tersendiri. Karena hasil karya kita di hargai orang lain maka sebab itu lah menjadi kehormatan tersendiri karena bisa di sukai oleh banyak orang.

Persepsi Manusia Tentang Waktu.
      Sebagian besar seseorang mempunyai persepsi tentang waktu yang berbeda beda. Mengapa demikian ? karena ada sebagian orang yang melihat masa lalu sebagai gambaran atau refernsi untuk menjadi pertimbangan.
Ada juga sebagian orang yang melihat masa depan. Dapat dikatakan seperti itu karena orang itu tidak memerlukan gambaran masa lalu.

Pandangan Terhadap Alam
 1.Manusia tunduk kepada alam yang dashyat
.2.Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
 3.Manusia berusaha menguasai alam.
 Dalam pandangan ini manusia mengandalkan alam sekitar. Manusia menyesuaikan keselarasan dengan alam. Karena alam bisa dijadikan suatu usaha yang untuk di jadikan manta pencaharian untuk bertahan hidup.

Hubungan Manusia Dengan Manusia
 1.Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotongroyong
         Seperti kita ketahui kita adalah makhluk sosial yang tergantung terhadap sesama. Misal  di lingkungan tempat tinggal. Setiap lingkungan tempat tinggal pasti berasal dari bermacam-macam daerah maka dari itu bahasa yang di pakai tidak mungkin bahasa daerah masing-masing. Pasti bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia. Dalam bermasyarakat juga kita harus saling gotong royong atau saling bahu-membahu membantu sesama.


2.Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
         Sebagian besar orang mempunyai rasa ketergantungan terhadap tokoh-tokoh karena seseorang tidak bisa berbuat apaapa jika tokoh-tokoh seperti pemerintah karena pemerintah punya kewenangan besar.

3. Individualisme, menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri.
       Sebagian besar orang sangat individulisme karena sebab yang dilakukannya hanya sendiri.

        Dalam orientasi Nilai-nilai budaya sekarang sudah mulai mengurang semenjak era globalisasi. Pada era globalisi banyak sekali kultur budaya barat yang menjadi kiblat. Apalagi para era sekarang budaya barat dapat cepat masuk ke indonesia karena para pemuda yang memilki keingin tahuan tinggi tentang kehidupan yang kebarat-baratan. Mengapa demikian karena teknologi yang sudah canggih membuat orang dapat mendapatkan sesuatu dengan mudah dan cepat. Di jaman sekarang orang mengikuti yang kebarat-baratan seperti baju yang seksi serta warna rambut yang kebarat-baratan. Faktor ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai kebudayaan serta kurangnya kecintaan terhadap budaya sendiri. Sebenarnya kita bisa menyikapi masuknya budaya barat seperti menerapkan nilai nilai kebudayaan. Dengan memegang kuat kebudayaan kita sendiri.

Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
       Semakin bergantinya zaman semakin terlihat pula perubahan-perubahan kebudayaan. Maka dari itu kita mesti menerapkan nilai-nilai budaya.