Minggu, 23 April 2017

Peranan Manusia sebagai Subjek dan Objek dari Perkembangan IPTEK

                                       Bab I
                               Pendahuluan

Latar Belakang
Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) merupakan sebuatan bagi kemajuan zaman sekarang ini. Dari tahun ke tahun, IPTEK sudah semakin maju dan menjadi pengaruh pada kehidupan manusia. IPTEK pada zaman sekarang sudah semakin maju sehingga bisa membantu pekerjaan manusia. Oleh karena itu, manusia yang hidup pada zaman sekarang dapat merasakan perkembangan IPTEK tersebut dan menerapkannya pada kehidupan sehari-hari. IPTEK mempunyai pengaruh besar bagi kehidupan, membuat sebagian besar manusia harus belajar memperdalam kemajuan IPTEK karena semakin lama  perkembangan IPTEK semakin berkembang cukup cepat.

Tujuan
1.      Untuk menjelaskan tentang perkembangan IPTEK serta pengaruh dalam kehidupan
2.      Untuk mengetahui peranan manusia sebagai subjek dan objek dari perkembangan IPTEK tersebut.


                                   Bab II
Isi
   Era globalisasi adalah dimana zaaman yang berpengaruh besar terhadap dimensi waktu yang terus berjalan atau dimana perkembangan kehidupan yang sangat amat dinamis berperan. Semakin berjalannya waktu,banyak manusia yang sudah mulai menemukan berbagai macam penemuan yang luar biasa karena sebuah teknologi. Teknologi adalah dimana sebuah kesatuan pemikiran, proses pemahaman, dan aplikasi di kombinasikan menjadi satu hingga semakin lama teknologi berkembangan cukup cepat dan membuat perkembangan teknologi cukup luas ke seluruh dunia. Adanya perkembangan teknologi memberikan sana dan prasarana yang tentu saja dibutuhkan untuk semua lapisan maupun kalangan. Teknologi memudahkan manusia melakukan segala sesuatunya menjadi lebih mudah dan lebih modern. Perkembangan ini memberikan suatu pengaruh yang besar untk dunia, terutama untuk kemajuan dunia. Perkembangan ini juga yang membuat suatu pemikiran untuk lebih maju lagi yang membentuk suatu ilmu atau yang biasa kita sebut Ilmu Pengetahuan Teknologi (IPTEK).
    IPTEK memberikan wawasan terhadap kita semua untuk menjadi bangsa yang maju. Perkembangan Ilmu Pengetahuan Teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi dan spesialisasi dari ilmu itu sendiri. IPTEK berkembang sudah cukup lama,namun di era globalisasi, IPTEK semakin lama semakin berkembang cukup cepat sehingga mendorong manusia untuk mengasah kemampuannya di dunia IPTEK. Dengan berkembangnya IPTEK yang begitu cepat, manusia mempunyai peranan yaitu manusia sebagai subjek dan objek dari perkembangan IPTEK itu sendiri. Dari kedua peranan tersebut tidak bisa kita pisahkan karena keduanya mempunyai peranan yang saling melengkapi satu sama lain. Manusia merupakan asal terciptanya IPTEK, oleh karena itu manusia disebut sebagai Subjek IPTEK. Manusia dengan ilmu pengetahuan yang ia miliki terus melakukan pengamatan dan analisis untuk menemukan idea tau gagasan yang dapat mempermudahkan manusia dalam melakukan kegiatannya dalam kehidupan sehari-hari. Ide atau gagasan tersebut dituangkan manusia dalam teknik/cara ataun benda-benda yang dapat digunakan manusia-manusia lainnya untuk memudahkan kehidupan mereka.seperti kita tahu manusia mempunyai banyak ide ide baru dan inovasi-inovasi baru untuk mengasah kemampuan kreatifitasnya di segala bidang terutama IPTEK. Maka dapat kita katakan manusia mempunyai peranan yaitu manusia sebagai subjek. Dimana kemampuan manusia diasah di bidangan IPTEK. Sepreti kita tau banyak alat-alat atau mesin canggih yang dibuat oleh manusia.
Di dalam bidang Pendidikan
 Manusia membuat komputer yang diharapkan dapat membantu metode pembelajaran. (CAI : Computer Assisted Instruction)
CAI telah cukup lama dikenal oleh para ahli komputer maupun ahli pendidikan terutama di negara maju. Beberapa istilah lain yang bayak digunakan adalah CAL, CBE dan CMI. CBE lebih bersifat menyeluruh, semua aplikasi komputer dalam pendidikan dapat dikategorikan dalam bidang ini. CBE digunakan juga untuk aplikasi yang menunjang pendidikan seperti mengolah data, mencatat kehadiran pengajar dan siswa, menyimpan arsip data pribadi dan sebagainya.
Di dalam bidang Industri
  Manusia membuat robot untuk mempermudah suatu pekerjaan yang begitu cepat dengan menggunakan robot. Bukan hanya di bidang kedokteran pun manusia menciptakan robot Da Vinci para dokter di rumah sakit Tyneside & rumah sakit Freeman di newcastle, Inggris ingin memperkenalkan sebuah mesin komputer revolusioner yaitu sebuah sistem yang menggunakan tangan robot untuk melakukan operasi.
 Maka maksud kata subjek disini adalah manusia mempunyai peranan yang cukup penting dalam mengendalikan IPTEK seperti membuat atau melakukan proses dengan adanya IPTEK tersebut.
Seperti yang kita tahu manusia juga mempunyai peranan yaitu manusia sebagai objek. Seperti kita tau perkembangan IPTEK sangat mempermudah kita dalam melakukan sesuatu maka semakin berkembangnya IPTEK tersebut membuat sebagian manusia malas membuat kreatifitas di bidang IPTEK sehingga membuat manusia terlalu asik menjdai objek dari perkembangan IPTEK itu sendiri. Kata objek merupakan manusia sebagai pengguna di bidang IPTEK.
     Saat ini IPTEK telah berkembangan sangat pesat/cepat. Dapat dilihat dari semakin banyaknya bermunculan berbagai macam teknologi canggih yang dapat membantu aktifitas dalam kehidupan manusia. Bengan semakin berkembangannya IPTEK itu sendiri, sehingga menimbulkan efek negatif dan positif, seperti misalnya:
Sisi negatif seperti:
  • Dapat merusak moral, dimana Internet menjadi media IPTEK yang dapat mempengaruhi moral dari seseorang. Seperti misalnya konten yang berbau negatif dan yang lainnya.
  • Dapat menimbulkan polusi. Perkembangan IPTEK yang semakin pesat dan banyak dimanfaatkan. Akan tetapi disamping itu banyak sekali polusi pencemaran yang dihasilkan dari perkembangan IPTEK itu sendiri.
  • Dapat membuat orang semakin malas, karena IPTEK memiliki tujuan untuk mempermudah & memanjakan manusia. Jadi manusia akan semakin malas sebab sudah ada teknologi yang dapat menggantikan dirinya bekerja.
Dan sisi positifnya seperti:
  • Dapat meringankan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.
  • Dapat membuat segala sesuatunya menjadi lebih cepat dan mudah.
  • Dapat mengurangi pemakaian bahan-bahan alami yang semakin kesini semakin langka.
  • IPTEK juga membawa manusia kearah lebih maju dan modern

                                  Bab III
KESIMPULAN
IPTEK adalah singkatan dari ‘ilmu pengetahuan dan teknologi, yaitu suatu sumber informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan ataupun wawasan seseorang dibidang teknologi. Dapat juga dikatakan, definisi IPTEK ialah merupakan segala sesuatu yang berhubungan dengan teknologi, baik itu penemuan yang terbaru yang bersangkutan dengan teknologi ataupun perkembangan dibidang teknologi itu sendiri. Seperti kita tahu IPTEK mempunyai peranan yang begitu besar bagi kehidupan. Perkembangan IPTEK yang begitu cepat membuat kita untuk bisa mengikuti arus perkembangan teknologi dan mendesak kita untuk bisa menggunakannya.

SARAN
 Perkembangan IPTEK di era globalisasi berkembang begitu pesat. Maka gunakan lah IPTEK sebaik mungkin dengan benar dan jangan menyalahgunkan untuk kepentingan pribadi.

                                      Daftar Pustaka

Materi PTKI-C (irfan)

Sabtu, 25 Maret 2017

Manusia dan budaya

                                                 BAB 1
Pendahuluan
1.1  Latar Belakang
   Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta atau disingkat dengan DIY adalah salah satu daerah otonom setingkat propinsi yang ada di Indonesia. Propinsi ini ber ibu kota Yogyakarta. Daerah Istimewa Yogyakarta merupakan Propinsi yang mempunyai status sebagai Daerah Istimewa. Status Daerah Istimewa ini berkaitan dengan sejarah terjadinya propinsi ini, pada tahun 1945, sebagai gabungan wilayah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat dan Kadipaten Pakualaman, yang menggabungkan diri dengan wilayah Republik Indonesia yang diproklamirkan pada tanggal 17 Agustus 1945, oleh Bung Karno dan Bung Hatta.

  Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu kota yang kaya akan predikat, baik berasal dari sejarah maupun potensi yang ada. Seperti sebagai kota perjuangan, kota kebudayaan, kota pelajar, dan kota pariwisata. Bukan hanya itu saja, tetapi juga masyarakatnya yang masih menjaga kebudayaan daerahnya dan bahasa jawa yang masih dikenakan sebagai bahasa sehari-sehari. Yogyakarta salah satu daerah di indonesia yang mempunyai berbagai macam budaya, seperti kesenia contohnya seni rupa,tarian dan yang lainnya. Seperti kita tahu Yogyakarta memiliki berbagai macam adat dan tradisi.

1.2  Tujuan
    Untuk mengenal lebih dalam tentang berbagai macam kebudayaan yang terdapat di Proponsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Karena seperti yang kita tahu Daerah Istimewa Yogyakarta kaya dengan beranekaragam budaya yang terdapat di Daerah Isimewa Yogyakarta.

Bab II
Pembahasaan
2.1 Isi
       Yogyakarta adalah salah satu daerah di indonesia yang mempunyai berbagai macam budaya,  dari mulai adat istiadat, tempat-tempat wisata, serta kuliner.

Adat istiadat di Yogyakarta
Upacara adat adalah salah satu kebudayaan yang sampai saat ini masih dilestarikan dan sering dilakukan oleh masyarakat di Yogyakarta. Contohnya adalah :
    Upacara Sekaten
         Pada tahun 1939 Caka atau 1477 Masehi, Raden Patah selaku Adipati Kabupaten Demak Bintara dengan dukungan para wali membangun Masji Demak. Selanjutnya berdasarkan hasil musyawarah para wali, digelarlah kegiatan syiar Islam secara terus-menerus menjelang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Agar kegiatan tersebut menarik perhatian rakyat, dibunyikanlah dua perangkat gamelan buad karya Sunan Giri membawakan gending-gending ciptaan para wali, terutama Sunan Kalijaga.
        Kata sekaten diambil dari pengucapan kalimat”Syahadat”. Istilah Syahadat, yang diucapkan sebagai Syahadatan ini kemudian berangsur-angsur berubah dalam pengucapannya, Sehingga menjadi Syakatain dan pada akhirnya menjadi istilah “Sekaten” hingga sekarang. Bagi masyarakat Yogyakarta, muncul kpercayaan bahwa orang-orang merayakan kelahiran Nabi Muhammad akan mendapatkan pahala dan awet muda. Namun sebagai persyaratan, mereka wajib menguyah sirih di depan Masjid Agung. Khususnya pada saat hari pertama Sekaten di mulai. Upacara adat ini sudah menjadi tradisi di yogyakarta. Sehingga setiap 20 hari mendekati kelahiran Nabi Muhammad pasti diselenggarakan upacara adat ini.
  
   Upacara Grebeg Maulid
         Upacar Grebeg Maulid merupakan puncak dari upacara kelahiran Nabi Muhammad SAW yang diselenggarakan pada 12 Maulid, setelah keesokan harinya gamelan Kyai Nogowilogo dan Kyai Guntumadu dimasukkan kedalam keraton yang disebut dengan “Bendhol Songsong”. Sebagi puncak dari acara ini adalah membawa gunungan ke Masjid Agung dan membagi-bagikannya kepada masyarakat setelah didoakan.lalu gunungan ini yang akan ditanam di arean pertanian agar menjadi subur. Mengenai istilah gerebeg, ini berasal dari bahasa jawa “Grebeg”, yang berarti “diiringi para pengikut”. Masyarakat percaya bahwa siapapun yang mendapatkan gunungan tersebut, biarpun sedikit akan dikaruniai kebahagiaan dan kemakmuran. Kemudian tumpeng tersebut diperebutkan oleh ribuan warga masyarakat. Mereka meyakini bahwa dengan mendapat bagian dari tumpeng akan mendatangkan berkah bagi mereka. Dimana orang datang beramai-ramai untuk memperebutkan makan yang di jadikan sesajen itu.

Bukan hanya itu saja tetapi banyak tempat-tempat bersejarah dan menarik di daerah Yogyakarta yang wajib di kunjungi saat ke Yogyakarta.
Seperti:
 Candi Prambanan.
   Seperti kita ketahui bahwa candi prambanan adalah tempat bersejarah untuk agama Hindu. Sebab itu merupakan tempat Hindu terbesar di Indonesia. Banyak orang-orang hindu yang merayakan hari-hari besar nya disana. Bangunan bersejarah yang dibangun pada abad ke-10 dimasa pemerintahan dua raja, yaitu Raja Rakai Pikatan serta Raja Rakai Balitung. Menjulang setinggi hingga 47 meter (5 meter lebih tinggi dari Candi Borobudur, Magelang), berdirinya candi tersebut telah memenuhi keinginan si pembuatnya, yaitu untuk menunjukkan kejayaan Hindu di tanah Jawa. Candi Prambanan ini terletak sejauh 17 kilometer dari pusat kotaYogyakarta.
   Ada sebuah legenda yang diceritakan masyarakat Jawa tentang candi prambanan ini. Dikisahkan lelaki yang bernama Bandung Bondowoso mencintai Roro Jonggrang. Namun si Roro Jonggrang yang tidak mencintai Bandung Bondowoso, maka Jonggrang pun meminta Bondowoso untuk membuat candi dengan 1000 arca dalam semalaman. Permintaan itu pun hampir terpenuhi sebelum si Jonggrang meminta kepada warga desa untuk menumbuk padi dan membuat sebuah api yang besar agar terbentuk seperti suasana dipagi hari. Bondowoso yang baru membuat 999 arca langsung mengutuk Roro Jonggrang menjadi sebuah arca yang ke-1000 dikarenakan Bondowoso merasa dicurangi.
                                                            
Candi ini dipersembahkan untuk Trimurti, tiga dewa utama Hindu yaitu Brahma sebagai dewa pencipta, Wishnu sebagai dewa pemelihara, dan Siwa sebagai dewa pemusnah. Berdasarkan prasasti Siwagrha nama asli kompleks candi ini adalah Siwagrha (bahasa Sanskerta yang bermakna Rumah Siwa), dan memang di garbagriha (ruang utama) candi ini bersemayam Arca Siwa Mahadewa setinggi tiga meter yang menujukkan bahwa di candi ini dewa Siwa lebih diutamakan.
Candi pendamping yang cukup menarik adalah Candi Garuda yang letaknya di dekat Candi Wisnu. Candi ini menyimpan sebuah kisah tentang sosok seorang manusia setengah burung yang bernamakan Garuda. 

Malioboro
    Sebuah jalan yang kerap ramai di kunjungi oleh para wisatawan saat berkunjung ke Yogyakarta. Karena malioboro juga termasuk pusat nya Yogyakarta. Sudah menjadi kebudayaan atau tradisi wisatawan saat belibur ke Yogyakarta,yaitu mampir ke Malioboro untuk hanya sekedar berkumpul sebab di sana terdapat banyaknya pedagang yang berjualan disana.

Bukan hanya itu saja, Yogyakarta juga mempunyai banyak kuliner-kuliner yang enak-enak dan khas yogyakarta.
Misal :
   Gudeg
       Gudeg merupakan makanan khas Yogyakarta yang sudah ada sejak dulu yang turun temurun . gudeg yang terkenal sebagai makanan yang manis membuat semakin di gemari oleh masyarakat sekitar karena seperti kita tahu orang jawa itu kerap menyukai makanan manis. Cita rasa yang khas membuat gudeg menjadi salah satu kuliner yang wajib di coba pada saat berkunjung ke Yogyakarta. Hampir di tiap-tiap jalan di yogyakarta yang berjualan gudeg.

              
                                                              Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
Jogja atau Yogyakarta merupakan sebuah wilayah atau daerah yang memiliki keistimewaan di Indonesia yang dipimpin oleh seorang Sultan atau Raja. 
Yogyakarta adalah salah satu daerah di indonesia yang memiliki keanekaragaman kebudayaan. Yogyakarta termasuk daerah yang lekat dengan kebudayaan-kebudayaannya.  Dari artikel yang saya buat adalah sebagian dari kebudayaan-kebudayaan yang ada di yogyakarta.
3.2 Saran

Kebudayaan-kebudayaan yang terdapat di masing-masing daerah termasuk Yogyakarta merupakan warisan dari nenek moyang kita yang terdahulu dari turun temurun. Cintailah budaya kita. Lestarikan lah budaya yang ada di setiap daerah agar kebudayaan itu tidak di ambil alih oleh negara-negara lain. 

Orientasi Nilai Budaya

BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
    Theodorson dalam Pelly (1994) mengemukakan bahwa nilai merupakan sesuatu yang abstrak, yang dijadikan pedoman serta prinsip – prinsip umum dalam bertindak dan bertingkah laku. Keterikatan orang atau kelompok terhadap nilai menurut Theodorson relatif sangat kuat dan bahkan bersifat emosional. Oleh sebab itu, nilai dapat dilihat sebagai tujuan kehidupan manusia itu sendiri.
Sedangkan yang dimaksud dengan nilai budaya itu sendiri sduah dirmuskan oleh beberapa ahli seperti :
-          Koentjaraningrat
Menurut Koentjaraningrat (1987:85) lain adalah nilai budaya terdiri dari konsepsi – konsepsi  yang  hidup  dalam  alam  fikiran  sebahagian  besar  warga  masyarakat mengenai hal – hal yang mereka anggap amat mulia. Sistem nilai yang ada dalam suatu masyarakat dijadikan orientasi dan rujukan dalam bertindak. Oleh karena itu, nilai budaya yang dimiliki seseorang mempengaruhinya dalam menentukan alternatif, cara – cara, alat – alat, dan tujuan – tujuan pembuatan yang tersedia.
-          Clyde Kluckhohn dlam Pelly
Clyde Kluckhohn dalam Pelly (1994) mendefinisikan nilai budaya sebagai konsepsi umum yang terorganisasi, yang mempengaruhi perilaku yang berhubungan dengan alam, kedudukan manusia dalam alam, hubungan orang dengan orang dan tentang hal – hal yang diingini dan tidak diingini yang mungkin bertalian dengan hubungan orang dengan lingkungan dan sesama manusia.
         ­-   Kluckhohn dalam pelly
Kluckhohn dalam pelly(1994)mengemukakan bahwa nilai budaya merupakan sebuah konsep beruanglingkup luas yang hidup dalam alam fikiran sebagian besar warga suatu masyarakat,mengenai apa yang paling berharga dalam hidup. Rangkaian konsep itu satu sama lain saling berkaitan dan merupakan sebuah sistem nilai-nilai budaya.
   Sebuah sistem nilai-nilai budaya, itu harus dari diri sendiri. Mengapa demikian ? karena diri kita sendiri lah yang akan membentuk sistem nilai-nilai budaya.
 Tujuan
Dalam artikel yang saya buat ini adalah ntuk mengetahui orientasi nilai-nilai budaya
Bab II
Isi
Terdapat banyak nilai kehidupan yang ditanamkan oleh setiap budaya yang ada di dunia.Nilai kebudayaan pasti berbeda-beda pada dasarnya tetapi kesekian banyak kebudayaan di duniaini memiliki orientasi-orientasi yang hampir sejalan terhadap yang lainnya. Jika dilihat dari limamasalah dasar dalam hidup manusia, orientasi-orientasi nilai budaya hampir serupa.Lima Masalah Dasar Dalam Hidup yang Menentukan Orientasi Nilai Budaya Manusia (kerangka Kluckhohn ) :
 Hakekat Hidup
 1.Hidup itu buruk
 2.Hidup itu baik 
 3.Hidup bisa buruk dan baik, tetapi manusia tetap harus bisa berikthtiar agar hidup bisa menjadi baik.
 4. Hidup adalah pasrah kepada nasib yang telah ditentukan.
Maksud dari hakekat hidup yang dikemukakan oleh Kluckhohn dalam no 1 iya lah sebgian besar orang menganggap hidup itu adalah hal yang paling dia benci karena kehidupan yang mungkin seseorang itu tidak inginkan, dalam no 2 sebagian orang menganggap hidup itu baik karena orang itu menjalani kehidupan yang benar, dalam no 3 kehidupan seseorang itu berbeda –beda tergantung kita yang menjalaninya. Dikala hidup kita buruk maka kita hanya bisa berikhtiar serta berusaha agar semuanya bisa menjadi lebih baik. Dalam no 4  kehidupan yang kita jalani dan usaha yang kita jalani dengan semaksimal mungkin. Kita hanya bisa pasrah terhadap nasib yang telah di tentukan.

Hakekat Karya
 1.Karya itu untuk menafkahi hidup
          Seseorang di ciptakan terlahir ke dunia dengan sempurna dan mempunyai akal fikiran. Sebuah kemampuan yang kita punya bisa kita tuangkan ke dalam karya. Dan dari karya itu lah kita bisa menghasilkan sumber mata pencaharian yang menjadi nafkah untuk hidup.kita dapat membuat karya berawal dari belajar dan pengalaman.
2.Karya itu untuk kehormatan.
        Seseorang yang memiliki karya itu adalah sebuah kerhormatan tersendiri. Karena hasil karya kita di hargai orang lain maka sebab itu lah menjadi kehormatan tersendiri karena bisa di sukai oleh banyak orang.

Persepsi Manusia Tentang Waktu.
      Sebagian besar seseorang mempunyai persepsi tentang waktu yang berbeda beda. Mengapa demikian ? karena ada sebagian orang yang melihat masa lalu sebagai gambaran atau refernsi untuk menjadi pertimbangan.
Ada juga sebagian orang yang melihat masa depan. Dapat dikatakan seperti itu karena orang itu tidak memerlukan gambaran masa lalu.

Pandangan Terhadap Alam
 1.Manusia tunduk kepada alam yang dashyat
.2.Manusia berusaha menjaga keselarasan dengan alam.
 3.Manusia berusaha menguasai alam.
 Dalam pandangan ini manusia mengandalkan alam sekitar. Manusia menyesuaikan keselarasan dengan alam. Karena alam bisa dijadikan suatu usaha yang untuk di jadikan manta pencaharian untuk bertahan hidup.

Hubungan Manusia Dengan Manusia
 1.Orientasi kolateral (horizontal), rasa ketergantungan kepada sesamanya, barjiwa gotongroyong
         Seperti kita ketahui kita adalah makhluk sosial yang tergantung terhadap sesama. Misal  di lingkungan tempat tinggal. Setiap lingkungan tempat tinggal pasti berasal dari bermacam-macam daerah maka dari itu bahasa yang di pakai tidak mungkin bahasa daerah masing-masing. Pasti bahasa yang digunakan adalah bahasa indonesia. Dalam bermasyarakat juga kita harus saling gotong royong atau saling bahu-membahu membantu sesama.


2.Orientasi vertikal, rasa ketergantungan kepada tokoh-tokoh yang mempunyai otoriter untuk memerintah dan memimpin.
         Sebagian besar orang mempunyai rasa ketergantungan terhadap tokoh-tokoh karena seseorang tidak bisa berbuat apaapa jika tokoh-tokoh seperti pemerintah karena pemerintah punya kewenangan besar.

3. Individualisme, menilai tinggi usaha atas kekuatan sendiri.
       Sebagian besar orang sangat individulisme karena sebab yang dilakukannya hanya sendiri.

        Dalam orientasi Nilai-nilai budaya sekarang sudah mulai mengurang semenjak era globalisasi. Pada era globalisi banyak sekali kultur budaya barat yang menjadi kiblat. Apalagi para era sekarang budaya barat dapat cepat masuk ke indonesia karena para pemuda yang memilki keingin tahuan tinggi tentang kehidupan yang kebarat-baratan. Mengapa demikian karena teknologi yang sudah canggih membuat orang dapat mendapatkan sesuatu dengan mudah dan cepat. Di jaman sekarang orang mengikuti yang kebarat-baratan seperti baju yang seksi serta warna rambut yang kebarat-baratan. Faktor ini disebabkan karena kurangnya pemahaman terhadap nilai-nilai kebudayaan serta kurangnya kecintaan terhadap budaya sendiri. Sebenarnya kita bisa menyikapi masuknya budaya barat seperti menerapkan nilai nilai kebudayaan. Dengan memegang kuat kebudayaan kita sendiri.

Bab III
Penutup
3.1 Kesimpulan
       Semakin bergantinya zaman semakin terlihat pula perubahan-perubahan kebudayaan. Maka dari itu kita mesti menerapkan nilai-nilai budaya.



Minggu, 08 Januari 2017

“MASYARAKAT PEDESAAN DAN PERKOTAAN









Nama               :  Ambia Rahman            (50416698)
                           Fitri Aryanti                  (52416887)
                           Gilang Daniyal Fiqri     (53416040)
                           Kristiyanto Halim         (53416958)
      Ryanta Damara Putra    (56416732)
Kelas                   : 1IA24
Jurusan                : Teknik Informatika
Fakultas               : Teknologi Industri
Dosen                  : Dian Sri Mulyani



UNIVERSITAS GUNADARMA
KALIMALANG
2016



Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas izin dan kehendak-Nya makalah sederhana ini dapat kami rampungkan tepat pada waktunya.
Penulisan dan pembuatan makalah ini bertujuan untuk memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Sosial Dasar. Adapun yang kami bahas dalam makalah sederhana ini mengenai Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan.
Dalam penulisan makalah ini kami menemui berbagai hambatan yang dikarenakan Ilmu Pengetahuan kami mengenai hal yang berkenan dengan penulisan makalah ini. Oleh karena itu sudah sepatutnya kami berterima kasih kepada dosen mata kuliah kami yakni Ibu Dian Sri Mulyani yang lebih memberikan ilmu yang berguna bagi kami.
Kami menyadari akan kemampuan kami yang masih amatir. Dalam makalah ini kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi kami yakin makalah ini masih banyak kekurangan. Oleh karena itu kami mengharapkan saran serta kritik yang membangun agar lebih maju di masa yang akan datang.
Harapan kami makalah ini dapat menjadi referensi bagi kami dalam mengarungi masa depan. Kami juga berharap agar makalah ini dapat berguna bagi orang yang membacanya.



Bekasi, Oktober 2016



Penulis            

DAFTAR ISI













                                 BAB I

                     PENDAHULUAN


1.1                    Latar Belakang

 Masyarakat pedesaan di Indonesia tergolong masyarakat yang sangat jauh tertinggal, hal ini disebabkan keberedaan wilayah yang jauh dari pusat pembangunan Nasional, bahkan hampir tidak tersentuh oleh pembangunan Nasional. Beberapa metode dan pendekatan telah dikembangkan untuk memahami masalah dan membantu merumuskan kebijakan guna memecahkan masalah pembangunan pedesaan. Sejak tahun 1970an para pakar banyak yang memanfaatkan metode, pendekatan, dan logika berfikir survei verifikatif dalam meriset masalah sosial masyarakat pedesaan.
Di Indonesia, pertumbuhan penduduk semakin meningkat, terutama di daerah perkotaan. Banyak masyarakat desa mencari kehidupan yang lebih baik di perkotaan. Mereka berfikir bahwa di perkotaan adalah sumber mata pencaharian terbesar dibandingkan di pedesaan. Mereka juga menganggap bahwa kehidupan di kota lebih baik daripada di desa. Namun, pada kenyataannya kehidupan di kota tidak sebaik yang mereka bayangkan. Dalam hal ini penulis akan membahas dan menjelaskan tentang ruang lingkup perbedaan masyarakat pedesaan dengan masyarakat kota.








1.2                   Rumusan Masalah

 Masyarakat desa dengan kota sering menjadi perdebatan dalam hal perbedaan maupun interaksi. Untuk itu ada beberapa hal yang perlu dipahami dan dimengerti tentang masyarakat desa dan kota yaitu:
1.    Apa pengertian masyarakat perkotaan dan perbedaan dengan masyarakat pedesaan ?
2.    Bagaimana hubungan masyarakat perkotaan dengan masyarakat pedesaan?
3.    Apa aspek positif dan negatif dari lingkungan perkotaan?
4.     Apa yang dimaksud dengan masyarakat pedesaan ?
5.     Apa perbedaan masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan?

1.3                       Tujuan

                 Ada beberapa tujuan dalam penulisan Tugas Makalah ini, beberapa diantaranya adalah :
1.      Sebagai pengisi nilai tugas dari mata pelajaran Ilmu Sosial Dasar.
2.      Makalah ini berguna untuk memberikan pengetahuan tentang Masyarakat Perkotaan dan Masyarakat Pedesaan.
3.      Pembaca dapat memahami dan menghyati kenyataan yang diwujudkan oleh gejolak masyarakat perkotaan dan pedesaan.
4.      Mengkaji hubungan antara masyarakat perkotaan dan pedesaan.










                               BAB II

                    PEMBAHASAN

2.1                   Masyarakat

Sebelum kita bicara lebih lanjut masalah masyarakat, baiknya kita tinjau terlebih dahulu definisi tentang masyarakat.  Berikut beberapa definisi masyarakat dari para sarjana :


1.      M. J. Herskovits : Masyrakat adalah kelompok individu yang diorganisasikan dan mengikuti satu cara hidup tertentu.
2.      J. L. Gillin dan J. P. Gillin : Masyarakat adalah kelompok manusia yang tersebar dan mempunyai kebiasaan, tradisi, sikap, dan perasaan  persatuan yang sama. Masyarakat itu meliputi pengelompokkan-pengelompokkan yang lebih kecil.
3.      R. Linton : Masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup lama hidup dan bekerja sama, sehingga mereka ini dapat mengorganisasikan dirinya berpikir tentang dirinya dalam suatu kesatuan sosial dengan batas – batas tertentu.

Syarat terbentuknya masyarakat, yaitu :

1.      Sejumlah manusia yang hidup bersama dalam waktu yang relatif lama.
2.      Merupakan satu kesatuan .
3.      Merupakan suatu sistem hidup bersama, yaitu yang menimbulkan kebudayaan dimana setiap anggota masyarakat merasa dirinya masing-masing terikat dengan kelompoknya.






2.2                   Masyarakat Perkotaan

Masyarakat perkotaan sering disebut dengan urban community, pengertiannya lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan.
Perhatian khusus masyarakat kota tidak terbatas pada aspek-aspek seperti pakaian, makanan, dan perumahan. Tetapi mempunyai perhatian lebih luas lagi. Orang kota sudah memandang penggunaan kebutuhan hidup, artinya oleh hanya sekadarnya atau apa adanya. Hal ini disebabkan oleh pandangan warga kota sekitarnya. Kalau menghidangkan makanan misalnya, yang diutamakan adalah bahwa yang menghidangkannya mempunyai kedudukan social yang tinggi. Bila ada tamu misalnya, diusahakan menghidangkan makanan-makanan yang ada di kaleng. 

 

2.3                   Masyarakat Pedesaan

 Masyarakat pedesaan adalah masyarakat, yaitu jumlah penduduk yang tinggal pada suatu luas wilayah tertentu misalnya saja jumlah per KM” (kilometer persegi) atau jumlah per hektar. Kepadatan penduduk ini mempunyai pengaruh yang besar terhadap pola pembangunan perumahan. Di desa jumlah penduduk sedikit, tanah untuk keperluan perumahan cenderung ke arah horizontal, jarang ada bangunan rumah yang bertingkat.
Lingkungan hidup di pedesaan sangat jauh berbeda dengan lingkungan di perkotaan. Lingkungan pedesaan terasa lenih dekat dengan alam bebas. Udaranya bersih, sinar matahari cukup, tanahnya segar diselimuti berbagai jenis tumbuhan dan satwa yang terdapat disela – sela pepohonan, dipermukaan tanah, di rongga-rongga bawah tanah ataupun beterbangan di udara bebas. Air yang menetes, merembes atau memancar dari sumber-sumbernya dan kemudian mengalir melalui anak-anak sungai mengairi petak-petak persawahan. Semua ini sangat berlainan dengan lingkungan perkotaan.


2.4                   Hubungan antara Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Masyarakat desa dan perkotaan masih mempunyai keterhubungan yang erat, bersifat ketergantungan, karena diantara mereka saling membutuhkan. Kota tergantung pada desa dalam memenuhi kebutuhan warganya akan bahan-bahan pangan seperti beras, sayur, daging, dan ikan. Desa juga merupakan sumber tenaga kasar bagi jenis-jenis pekerjaan tertentu di kota, misalnya saja buruh bangunan dan tukang becak. Mereka biasanya adalah pekerja-pekerjaan musiman. Pada saat musim tanam, mereka sibuk bertani. Bila pekerjaan di bidang pertanian mulai menurun, sementara menunggu masa panen mereka merantau ke kota terdekat untuk melakukan pekerjaan apa saja.
Sebaliknya, kota menghasilkan barang-barang yang  diperlukan oleh orang desa seperti bahan-bahan pakaian, alat, dan obat-obatan pembasmi hama pertanian, minyak tanah, obat-obatan untuk memelihara kesehatan dan alat transportasi. Kota juga menyediakan tenaga kerja yang melayani dibidang jasa atau pelayanan yang dibutuhkan oleh orang desa tetapi tidak dapat dilakukan sendiri, misalnya tenaga kerja dibidang medis atau kesehatan, montir, elektronika, dan alat transportasi serta tenaga yang mampu memberikan bimbingan dalam upaya peningkatan hasil budidaya pertanian, peternakan, ataupun perikanan.

 

2.5                   Aspek Positif dan Negatif

Perkembangan kota merupakan manifestasi dari pola kehidupan sosial, ekonomi , kebudayaan dan politik . Kesemuanya ini akan dicerminkan dalam komponen – komponen yang memebentuk struktur kota tersebut . Jumlah dan kualitas komponen suatu kota sangat ditentukan oleh tingkat perkembangan dan pertumbuhan kota tersebut
Secara umum dapat dikenal bahwa suatu lingkungan perkotaan , seyogyanya mengandung 5 unsur yang meliputi :

  • Wisma : Untuk tempat berlindung terhadap alam sekelilingnya.
  • Karya : Untuk penyediaan lapangan kerja.
  • Marga : Untuk pengembangan jaringan jalan dan telekomunikasi.
  • Suka : Untuk fasilitas hiburan, rekreasi, kebudayaan, dan kesenian.
  • Penyempurnaan : Untuk fasilitas keagamaan, perkuburan, pendidikan, dan utilitas umum.
Untuk itu semua , maka fungsi dan tugas aparatur pemerintah kota harus ditingkatkan :
  • Aparatur kota harus dapat menangani berbagai masalah yang timbul di kota . Untuk itu maka pengetahuan tentang administrasi kota dan perencanaan kota harus dimilikinya .
  • Kelancaran dalam pelaksanaan pembangunan dan pengaturan tata kota harus dikerjakan dengan cepat dan tepat , agar tidak disusul dengan masalah lainnya.
  • Masalah keamanan kota harus dapat ditangani dengan baik sebab kalau tidak , maka kegelisahan penduduk akan menimbulkan masalah baru.
  • Dalam rangka pemekaran kota , harus ditingkatkan kerjasama yang baik antara para pemimpin di kota dengan para pemimpin di tingkat kabupaten tetapi juga dapat bermanfaat bagi wilayah kabupaten dan sekitarnya .

2.6                   Ciri-ciri Sosial Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

Ciri-ciri yang mencolok pada masyarakat pedesaan dan perkotaan meliputi :
1.      Jumlah dan Kepadatan Penduduk
Jumlah penduduk di perkotaan jauh lebih padat dibandingkan dengan di pedesaan.

2.      Lingkungan Hidup
Lingkungan hidup di perkotaan jauh lebih maju dan modern dibandingkan dengan lingkungan di pedesaan yang sangat tradisional.




3.      Mata Pencaharian
Mata pencaharian di pedesaan masih mengandalkan alam sekitar desa, seperti nelayan, petani, peternak hewan, dll. Sedangkan di perkotaan sudah.

4.      Corak Kehidupan Sosial
Masyarakat desa sangat mengutamakan sosial live nya. Mereka bergotong royong melakukan tanpa ada unsur uang atau materi. Namun, karena masyarakat kota yang syarat akan materi jadi segala sesuatu yang dilakukan atas dasar materi untuk kepentingan diri sendiri.

5.      Statifikasi Sosial
Artinya pembedaan  penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat.

6.      Mobilitas Sosial
Adalah suatu proses perpindahan, atau pergerakkan lapisan (strata sosial) seseorang atau kelompok.

7.      Pola Interaksi Sosisal
Adalah hubungan antara dua individu atau lebih dimana kelakuan individu yang satu mempengaruhi, mengubah, atau memperbaiki kelakuan individu lain atau sebaliknya.








2.7                   Perbedaan Masyarakat Pedesaan dan Masyarakat Perkotaan

1.      Lingkungan Umum Dan Orientasi Terhadap Alam
Masyarakat pedesaan berhubungan kuat dengan alam, disebabkan oleh lokasi geografinya di daerah desa. Mereka sulit "mengontrol" kenyataan alam yang dihadapinya, padahal bagi petani realitas alam ini sangat vital dalam menunjang kehidupannya. Tentu akan berbeda dengan penduduk yang tinggal di kota, yang kehidupannya "bebas" dari realitas alam. Misalnya dalam bercocok tanah dan rnenuaj harus pada waktunya, padahal mata pencaharian juga menentukan relasi dan reaksi sosial.

2.      Pekerjaan Atau Mata Pencaharian
Pada umumnya atau kebanyakan mata pencaharian daerah pedesaan adalah bertani. Tetapi mata pencaharian berdagang (bidang ekonomi) pekerjaan sekunder dari pekerjaan yang nonpertanian. Sebab beberapa daerah pertanian tidak lepas dari kegiatan usaha (business) atau industri, demikian pula kegiatan mata pencaharian keluarga untuk tujuan hidupnya lebih luas lagi. Di masyarakat kota mata pencaharian cenderung menjadi terspesialisasi, dan spesialisasi itu sendiri dapat dikembangkan, mungkin menjadi manajer suatu perusahaan, ketua atau pimpinan dalam suatu birokrasi

3.      Ukuran Komunitas
Komunitas pedesaan biasanya lehih kecil dari komunitas perkotaan. Dalam mata pencaharian di bidang pertanian, imbangan tanah dengan manusia cukup tinggi bila dibandingkan dengan industri dan akibatnya daerah pedesaan mempunyai penduduk yang rendah per kilometer perseginya. Tanah pertanian luasnya bervariasi. Bergantung kepada tipe usaha taninya, tanah yang cukup luasnya sanggup menalnpung usaha tani dan usaha ternak sesuai dengan kemampuannya. Oleh sebab itu komunitas pedesaan lebih kecil daripada komunitas perkotaan.
4.      Kepadatan Penduduk
Penduduk desa kepadatannya lebih rendah bila dibandingkan dengan kepadatan penduduk kota. Kepadatan penduduk suatu komunitas kenaikannya berhubungan dengan klasifikasi dari kota itu sendiri. Contohnya dalam perubahan-perubahan permukiman, dari penghuni satu keluarga (individual family) megjadi pembangunan multikeluarga dengan flat dan apartemen seperti yang terjadi di kota.

5.      .Pola Kepemimpinan
Menentukan kepemimpinan di daerah pedesaan cenderung banyak ditentukan oleh kualitas pribadi dari individu dibandingkan dengan kota. Keadaan ini disebabkan oleh lebih luasnya kontak tatap muka, dan individu lebih banyak saling mengetahui daripada di daerah kota, Misalnya karena kesalehan, kejujuran, jiwa pengorbanannya. dan pengalamannya. Kalau kriteria ini melekat terus pada generasi selanjutnya, maka kriteria keturunan pun akan menentukan kepemimpinan di pedesaan„

2.8                   Studi Kasus

Analisis Kasus dan Solusi :
Memang sudah kita ketahui bahwa perkotaan menawarkan dan menampilkan begitu banyak harapan, kesempatan maupun peluang yang tidak bisa didapatkan di pedesaan. Minat masyarakat pedesaan tersebut terjadi karena mereka mendengar kabar dari kerabat mereka yang mungkin sudah terlebih dahulu terjun ke perkotaan dan juga bisa melalui tontonan yang mereka tonton sehari – hari. Minat tersebut terlihat dengan maraknya urbanisasi masyarakat pedesaan ke kota apalagi pada saat lebaran usai.
Para pendatang baru ini hanya memikirkan cara mereka mendapatkan penghasilan dan pendapatan yang lebih. Namun mereka tidak memikirkan langkah lebih lanjut apa yang akan mereka lakukan, dengan siapa mereka tinggal. Ini bisa menyebabkan menumpukknya masyarakat non produktif atau pengangguran karena biasanya masyarakat pendatang dari pedesaan tidak memikirkan langkah kedepan apa yang akan mereka lakukan.
Pemerintah seharusnya melakukan langkah dan tindakan konkrit dalam menyelesaikan permasalahan perkotaan dan pedesaan seperti ini, apabila dibiarkan akan semakin serius.
Penumpukan penduduk di perkotaan, tidak meratanya perekonomian di perkotaan dan pedesaan merupakan salah satu masalah yang dapat timbul. Langkah yang dapat dilakukan pemerintah dapat seperti pemerataan pembangunan secara terstruktur bagi pedesaan agar tidak terdapat kesenjangan antara perkotaan dan pedesaan sehingga langkah tersebut secara perlahan dapat membuat masyarakat untuk menunda langkah mereka untuk urbanisasi. Langkah – langkah seperti pemberian suntikan modal dana usaha juga dapat dilakukan seperti pada artikel diatas agar menimbulkan minat masyaratak khususnya pedesaan untuk menjadi wirausaha dan meningkatkan lapangan pekerjaan, jadi lapangan pekerjaan menyebar tidak hanya terpusat di perkotaan namun di pedesaan juga.

 

 

 

 





 



                             BAB III

                          PENUTUP

3.1                   Kesimpulan
Masyarakat perkotaan sering disebut dengan urban community, pengertiannya lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Dalam masyarkata pedesaan dan masyarakat perkotaan mempunyai hubungan yang erat.bersifat ketergantungan,Karena di antara mereka saling membutuhkan. Adapun perbedaan dari masyarakata pedesaan dan masyarakat perkotaan seperti mata pencaharian,lingkungan dll.

3.2                   Saran
Pembangunan di setiap daerah harus merata agar tidak ada lagi kesenjangan sosial. Oleh karena itu, pemerintah harus lebih adil dalam pembangunan. Pemerintah juga harus memperhatikan  pembangunan infrastrutur di pedesaan.









                  DAFTAR PUSTAKA


Harwantiyoko & Katuuk Neltje F.1997.MKDU ILMU SOSIAL DASAR.Jakarta.Gunadarma.